Mojokerto - Dalam rangka mendukung ketahanan pangan serta upaya pencegahan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), Koramil 0815/06 Kemlagi melaksanakan kegiatan penyemprotan bakteri Xanthomonas penyebab penyakit kresek secara serentak di lahan sawah tanaman padi, bertempat di Dusun Segawe Kidul, Desa Mojowono, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (15/01/2026).
Kegiatan ini diikuti seluruh petani pemilik lahan sawah Desa Mojowono. Penyemprotan dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk menekan penyebaran penyakit kresek yang berpotensi menurunkan produktivitas tanaman padi.
Danramil 0815/06 Kemlagi Kapten Inf Sudirman, S.H., saat dikonfirmasi mengatakan, kegiatan penyemprotan serentak ini merupakan bentuk sinergi TNI bersama instansi terkait dan para petani dalam upaya pencegahan serta pengendalian penyakit kresek pada tanaman padi.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap serangan bakteri Xanthomonas dapat ditekan sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga dan kesejahteraan petani meningkat. Koramil akan terus mendukung program pertanian dan ketahanan pangan di wilayah binaan", tegasnya.
Adapun rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi tata cara penyemprotan, penyiapan media semprot, pencampuran fungisida, pembagian fungisida yang telah dicampur air ke dalam tangki sprayer, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan penyemprotan secara serentak di area lahan persawahan.
Melalui kegiatan ini diharapkan para petani semakin memahami pentingnya pengendalian penyakit tanaman secara terpadu dan berkelanjutan guna menjaga hasil panen yang optimal.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut POPT Kecamatan Kemlagi Prima Putri, Babinsa Desa Mojowono Serda Dedy Hertanto, PPL Desa Mojowono Wiwik beserta empat orang anggota, Ketua Gapoktan Karya Tani I Desa Mojowono Bapak Sukarjo, serta para petani setempat.
